<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Life in Surabaya &#187; Mall</title>
	<atom:link href="http://surabayalife.com/c/mall/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://surabayalife.com</link>
	<description>Geliat Kehidupan di Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2009 12:51:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>CITO (City of Tomorrow) Surabaya</title>
		<link>http://surabayalife.com/cito-city-of-tomorrow-surabaya.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/cito-city-of-tomorrow-surabaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 03:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mall]]></category>
		<category><![CDATA[cito]]></category>
		<category><![CDATA[city of tomorrow]]></category>
		<category><![CDATA[universitas pelita harapan]]></category>
		<category><![CDATA[uph]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Walau sudah setengah tahun lebih beroperasi, baru kemarin saya menyempatkan diri jalan-jalan ke Mall CITO-nya Surabaya yang terletak di dekat bundaran Waru. Itu pun karena tergoda oleh iklan sebuah kafe di sana (review menyusul) yang menawarkan ngenet gratis via WiFI, hehehe. Maklum, saya kan termasuk golongan Para Pencari Bandwidth  
Berhubung ini pengalaman pertama JJS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau sudah setengah tahun lebih beroperasi, baru kemarin saya menyempatkan diri jalan-jalan ke <strong>Mall CITO</strong>-nya Surabaya yang terletak di dekat bundaran Waru. Itu pun karena tergoda oleh iklan sebuah kafe di sana (review menyusul) yang menawarkan ngenet gratis via WiFI, hehehe. Maklum, saya kan termasuk golongan <span style="text-decoration: underline;">Para Pencari Bandwidth</span> <img src='http://surabayalife.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-4"></span>Berhubung ini pengalaman pertama <acronym title="Jalan-Jalan Siang">JJS</acronym> ke CITO, momen perdana yang terlalui adalah susahnya mencari celah untuk menuju pintu masuk area parkir CITO karena padatnya arus lalu lintas di sekitar bundaran Waru. Setelah sempat beradu cepat dengan sebuah truk XL (maksudnya, <em>extra large</em>), akhirnya misi perdana sukses terselesaikan, hehehe.</p>
<p>Langkah kaki ke dalam area mall disambut dengan sejuknya udara AC yang terasa pas <span style="text-decoration: line-through;">susunya</span> dinginnya. Disusul dengan rangkaian stan milik UPH (dan para sponsor) yang ternyata sedang menyelenggarakan sebuah acara (lupa namanya). FYI, Universitas Pelita Harapan memang menempati salah satu <em>tower</em> di area CITO. Beruntunglah kalian wahai mahasiswa-mahasiswi UPH&#8230;</p>
<p>Sampai di area tengah mall, akhirnya terjawab sudah misteri mengapa hingga sekarang mall CITO sama sekali tidak populer di Surabaya.</p>
<p>Selain luas lokasi keseluruhan yang relatif kecil dan interior yang biasa-biasa, ruangan tenant juga dimodel kecil-kecil sehingga lebih terkesan sebagai pasar grosir. Terus terang harapan saya akan CITO Surabaya adalah sebuah mall berkelas setingkat PTC maupun Galaxy Mall, namun faktanya, mall ini hanyalah satu level dengan Darmo Trade Center (DTC) Wonokromo dan Royal Plaza.</p>
<p>Dan untungnya lagi kondisinya masih sepi. Coba kalau ramai pengunjung dan tenant, pasti sudah mirip dengan Pusat Grosir di Pasar Turi&#8230;</p>
<p><em>Anyway</em>, satu-satunya tenant besar yang sudah beroperasi hanyalah Hypermart yang terletak di lantai dasar atau <em>basement</em>. Matahari kabarnya juga akan membuka gerai di sana, namun entah kapan. Di luar itu, sisanya adalah tenant-tenant yang tidak begitu ternama. Itu pun hanya sekitar 30% yang buka.</p>
<p>Bioskop? Silahkan coret. Toko buku? Hapus juga dari daftar. Toko hardware? Apalagi.</p>
<p>Entah kenapa, saya juga merasa tidak nyaman dengan toiletnya. Mungkin karena terlalu kecil untuk ukuran toilet mall. Interiornya juga tidak menarik, jauh bila dibandingkan area toilet <acronym title="Surabaya Town Square">SUTOS</acronym>, Paris Van Java-nya Surabaya.</p>
<p>Satu lagi yang agak mengganggu&#8230; kenapa kok banyak sekali petugas kebersihan yang mengepel lantai yah??? Mau jalan ke sana kemari jadi susah&#8230;</p>
<p>Pada akhirnya, hasil kunjungan saya ke CITO membuahkan satu kesimpulan. Untuk saat ini, <span style="text-decoration: underline;">mall CITO Surabaya belum layak untuk dikunjungi</span>. Yang jelas saya baru akan kembali lagi apabila ada tempat di sana yang benar-benar asik untuk nangkri. Dan melihat kondisinya sekarang, sepertinya agak lama baru kaki saya berpijak lagi di sana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/cito-city-of-tomorrow-surabaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
