<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Life in Surabaya &#187; Resto</title>
	<atom:link href="http://surabayalife.com/c/resto/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://surabayalife.com</link>
	<description>Geliat Kehidupan di Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2009 12:51:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Jimbaran Cafe &amp; Resto</title>
		<link>http://surabayalife.com/jimbaran-cafe-resto.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/jimbaran-cafe-resto.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 12:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kafe]]></category>
		<category><![CDATA[Resto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Tiga hari lalu kami berdua mencoba tempat makan yang ada di jalan Arif Rahman Hakim ini, Jimbaran Cafe &#38; Resto. Tempatnya asik, seru, cocok buat dinner bareng keluarga maupun kencan romantis bareng pacar. Untuk yang terakhir itu kita bisa memilih posisi meja yang ada di teras depan (suasana kolam dan air mancur) atau yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga hari lalu kami berdua mencoba tempat makan yang ada di jalan Arif Rahman Hakim ini, <strong>Jimbaran Cafe &amp; Resto</strong>. Tempatnya asik, seru, cocok buat dinner bareng keluarga maupun kencan romantis bareng pacar. Untuk yang terakhir itu kita bisa memilih posisi meja yang ada di teras depan (suasana kolam dan air mancur) atau yang ada di balkon atas (ada tiga area balkon). Kalau lagi males kena angin bisa memilih makan di dalam ruangan dengan hiburan full music dan LCD TV layar (agak) lebar. Intinya, dari sisi ruangan, nyaman banget dah.</p>
<p><span id="more-20"></span>Berikut ini tampilan ruangan dalam (di foto dari balkon):</p>
<p><a href="http://surabayalife.com/wp-content/uploads/2009/04/290320091559.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-22" title="290320091559" src="http://surabayalife.com/wp-content/uploads/2009/04/290320091559-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Gambar balkon samping:</p>
<p><a href="http://surabayalife.com/wp-content/uploads/2009/04/290320091560.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-23" title="290320091560" src="http://surabayalife.com/wp-content/uploads/2009/04/290320091560-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Setelah memilih meja di balkon, kami pun memesan ikan gurami bakar, cah kangkung, dan ceker ayam (lupa namanya). Plus nasi putih dan minuman tentu saja. Sambil menunggu pesanan datang, lanjut foto-foto lagi, hehehe.</p>
<p><a href="http://surabayalife.com/wp-content/uploads/2009/04/290320091555.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-21" title="290320091555" src="http://surabayalife.com/wp-content/uploads/2009/04/290320091555-225x300.jpg" alt="Adhe Lagi Nampang di Balkon" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Sekitar 20 menit kemudian, semua pesanan siap <em>kecuali</em> cah kangkung. Dan ini yang bikin mood jadi agak berkurang, karena setelah ditunggu-tunggu, si cah kangkung ini baru datang 15 menit kemudian! Bete gak sih?! Berikut ini foto tersangka cah kangkung dkk yang sudah bikin kita berdua menunggu 35 menit&#8230;</p>
<p><a href="http://surabayalife.com/wp-content/uploads/2009/04/290320091564.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-24" title="290320091564" src="http://surabayalife.com/wp-content/uploads/2009/04/290320091564-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Untuk gurami bakarnya IMHO biasa aja, tapi cekernya lumayan mantap. Kebetulan saya memang demen masakan ayam bumbu kecap (ayam coklat) seperti itu. Untuk cah kangkung juga biasa-biasa aja, sama seperti cah kangkung di tempat lain. Untuk detilnya biar Adhe aja yang cerita. Maklum, saya tahunya cuma makanan enak ato gak, detilnya seperti apa sih gak peduli, hehehe.</p>
<p>Oh iya, soal harga, kalo dibandingkan dengan porsinya, lumayan mahal. Kalo buat ngedate berdua siap-siap aja duit minimal 100rb&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/jimbaran-cafe-resto.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikan Bakar Kebon Pring &#8211; Unpleasant Experience</title>
		<link>http://surabayalife.com/ikan-bakar-kebon-pring-unpleasant-experience.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/ikan-bakar-kebon-pring-unpleasant-experience.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 12:10:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[2 hari lalu, karena kebetulan sedang bosan dengan ayam, saya pun mencari tempat makan alternatif. Pilihan pun jatuh ke restoran Ikan Bakar Kebon Pring di jalan Dharmahusada. Resto ini termasuk baru (kalau gak salah dibuka sekitar 3-4 bulan lalu), jadi kebetulan, bisa sekalian bikin laporan tentang menu-menunya. Tapi sayang, belum apa-apa, saya sudah berubah pikiran. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2 hari lalu, karena kebetulan sedang bosan dengan ayam, saya pun mencari tempat makan alternatif. Pilihan pun jatuh ke restoran <strong>Ikan Bakar Kebon Pring</strong> di jalan Dharmahusada. Resto ini termasuk baru (kalau gak salah dibuka sekitar 3-4 bulan lalu), jadi kebetulan, bisa sekalian bikin laporan tentang menu-menunya. Tapi sayang, belum apa-apa, saya sudah berubah pikiran. Dari yang <em>excited</em> untuk bikin resensi, ke penasaran pengen secepat mungkin nuangin uneg-uneg di situs ini.</p>
<p><span id="more-18"></span>Kok bisa?</p>
<p><em>Well</em>, ceritanya begini.</p>
<p>Masuk ke resto, duduk, pelayan datang, kasih menu. Belum ada 2 menit kita cek menu, dia tanya, &#8220;Mau pesan apa?&#8221;.</p>
<p>Lah, secara ini kunjungan perdana, jelas dong saya pengen scan dulu menunya, apa yang kira-kira enak. Ini belum apa-apa sudah ditanya. Oke, daripada bete, langsung pilih menu Nasi Komplit pake empal (semacam nasi campur) plus es teh.</p>
<p>Pelayan tanya lagi, &#8220;Sudah itu aja?&#8221;</p>
<p>Ini orang kayaknya buta. Jelas-jelas saya dateng bertiga, dan yang pesen baru satu, kok dibilang udah. Ya saya jawab belum, tunggu sebentar.</p>
<p>SATU menit kemudian, si mbak rese&#8217; ini ngomong lagi, &#8220;Pesennya CEPETAN dong!&#8221;</p>
<p>Buset, baru kali ini makan di resto dan kita disuruh cepet-cepet pesen makanannya. Dimana-mana yang namanya makan di restoran ya pasti kita dikasih waktu buat pilih-pilih menu, syukur-syukur pesenannya jadi tambah banyak. Ini malah diburu-buru, kayak lagi kejar setoran.</p>
<p>Setelah kalimat di atas, dia masih sempat ngomong 2x lagi, yang intinya sama, harap cepat.</p>
<p>Suer, <strong>GAK AKAN DATANG LAGI KE IKAN BAKAR KEBON PRING</strong>. Ditraktir sekali pun, mendingan makan Bebek Goreng-nya Cak Romli (next time di-review deh yang ini) di ujung jalan Dharmahusada. Biar warung kecil, tapi orangnya masih jauh lebih menghargai pelanggan dibandingkan si Kebon Pring ini.</p>
<p>Lagipula makanannya di Kebon Pring juga gak enak kok&#8230;</p>
<p>&#8230;. plus harga minumannya juga muahallll&#8230;</p>
<p><small>PS: Saya sempat komplain ke kasir, tapi ditanggapi dingin, seolah gak ada masalah apa-apa. Gimana nih manajemennya Ikan Bakar Kebon Pring???</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/ikan-bakar-kebon-pring-unpleasant-experience.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kedai Oranje</title>
		<link>http://surabayalife.com/kedai-oranje.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/kedai-oranje.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 04:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resto]]></category>
		<category><![CDATA[kedai oranje]]></category>
		<category><![CDATA[rungkut]]></category>
		<category><![CDATA[wifi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Waktu pertama kali melihat Kedai Oranje, saya mengira konsep yang diusung adalah kafe atau kedai tempat bersantai. Namun pada saat masuk ke dalam, ternyata nama bisa menipu. Kedai Oranje justru lebih mirip dengan sebuah resto dibandingkan kafe. Hanya saja, dengan lokasinya yang terletak di daerah industri Surabaya, pengunjung yang ditarget adalah para pekerja atau pebisnis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu pertama kali melihat Kedai Oranje, saya mengira konsep yang diusung adalah kafe atau kedai tempat bersantai. Namun pada saat masuk ke dalam, ternyata nama bisa menipu. Kedai Oranje justru lebih mirip dengan sebuah resto dibandingkan kafe. Hanya saja, dengan lokasinya yang terletak di daerah industri Surabaya, pengunjung yang ditarget adalah para pekerja atau pebisnis yang sedang beristirahat siang. Terbukti dengan selalu ramainya resto ini di siang hari.</p>
<p><span id="more-13"></span>Menu yang disajikan beragam, dari masakan Indonesia hingga Chinese food. Terdapat pula beragam es bagi yang sekedar ingin melepas penat.</p>
<p>Karena baru pertama kali menjejakkan kaki di Kedai Oranje, maka saya memilih untuk memesan menu favorit saya, Nasi Campur dan Es Teh. Saya sudah lupa apa yang dipesan oleh <a href="http://christinafdl.com/">Adhe</a> (review ini ditulis 2 bulan setelah sidak lokasi), biar nanti dia sendiri saja yang cerita, hehehe.</p>
<p>Untuk ukuran menu kelas standar yang saya pesan, ternyata penyajiannya LUAMAA banget. Kita menunggu hampir 20 menit hanya untuk sepiring nasi campur. Itu pun setelah datang dan dianalisa, sebenarnya tidak ada yang spesial dari porsinya. Rasanya juga biasa saja, seperti layaknya nasi campur pada umumnya.</p>
<p><img style="border: 1px solid black;" src="http://imagecows.net/out.php/i2768_10042008285.jpg" alt="Nasi Campur Kedai Oranje" /></p>
<p>Yang sedikit menghibur, Kedai Oranje menyediakan akses WiFI gratis bagi pengunjung. Jadi selagi menunggu hadirnya pesanan kita (yang LUAMAA itu), kita bisa mengecek email maupun blogwalking.</p>
<p>Eh satu lagi, tempatnya sebenarnya cukup nyaman kok. Interiornya dirancang seperti rumah kayu, jadi cukup sejuk dipandang. Meskipun tidak <em>recommended</em> bagi yang sudah lapar, tapi bagi yang mencari tempat istirahat santai saat jam istirahat makan siang, boleh lah Kedai Oranje dikunjungi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/kedai-oranje.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
