<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Life in Surabaya</title>
	<atom:link href="http://surabayalife.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://surabayalife.com</link>
	<description>Geliat Kehidupan di Surabaya</description>
	<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 21:08:42 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Frankfurter: The Premium Hotdog</title>
		<link>http://surabayalife.com/frankfurter-the-premium-hotdog.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/frankfurter-the-premium-hotdog.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 21:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kafe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda penggemar anjing panas (baca: hotdog) dan kebetulan sedang bertandang ke SUTOS di jalan Adithyawarman, cobalah untuk mampir ke Frankfurter, sebuah tempat makan yang menspesialisasikan dirinya untuk urusan hotdog. Bermacam-macam hotdog tersedia di sini, dengan ukuran yang ekstra besar pula. Fillingnya pun bermacam-macam. Apapun selera Anda, kemungkinan besar pasti akan Anda temukan hotdog yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda penggemar anjing panas (baca: hotdog) dan kebetulan sedang bertandang ke SUTOS di jalan Adithyawarman, cobalah untuk mampir ke Frankfurter, sebuah tempat makan yang menspesialisasikan dirinya untuk urusan hotdog. Bermacam-macam hotdog tersedia di sini, dengan ukuran yang ekstra besar pula. Fillingnya pun bermacam-macam. Apapun selera Anda, kemungkinan besar pasti akan Anda temukan hotdog yang pas di Frankfurter.</p>
<p><span id="more-14"></span>Karena memang sekedar ingin mencicipi rasa dasar hotdog yang ditawarkan, saya memilih menu Crazy Cheese yang tidak terlalu banyak dicampuri bumbu aneh-aneh, hehehe. Ternyata lumayan enak juga. Beda dengan hotdog-hotdog yang biasa dijual di perumahan (ya iya lah!). Tidak terlalu lama pula menunggunya, top deh.</p>
<p>Saking nikmatnya, kita berdua sampai lupa untuk mengabadikan menu yang kami pesan. Agar reportasenya tidak dianggap abal-abal, berikut foto-foto daftar menunya, hehehe.</p>
<p><img style="border: 1px solid black;" src="http://imagecows.net/out.php/i2769_14042008321.jpg" alt="" width="450" height="337" /></p>
<p><img style="border: 1px solid black;" src="http://imagecows.net/out.php/i2770_14042008323.jpg" alt="" /></p>
<p><img style="border: 1px solid black;" src="http://imagecows.net/out.php/i2771_14042008328.jpg" alt="" /></p>
<p>Mau mencoba?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/frankfurter-the-premium-hotdog.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar &#8220;Marketing Revolution&#8221; di Gramedia Expo Surabaya</title>
		<link>http://surabayalife.com/seminar-marketing-revolution-di-gramedia-expo-surabaya.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/seminar-marketing-revolution-di-gramedia-expo-surabaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 19:51:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<category><![CDATA[gramedia expo]]></category>

		<category><![CDATA[marketing revolution]]></category>

		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<category><![CDATA[tung desem waringin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu saya beruntung untuk mendapatkan tiket gratis acara seminar &#8220;Marketing Revolution&#8221; suhu pemasaran Indonesia, bapak Tung Desem Waringin. Namun seperti sebuah pepatah Cina, di balik keberuntungan kadang tersimpan kesialan, ternyata pada hari H, 4 Juli 2008, saya ada keperluan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan. Daripada mubazir, akhirnya saya memberikan tiket seminar itu kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu saya beruntung untuk mendapatkan tiket gratis acara seminar &#8220;<strong>Marketing Revolution</strong>&#8221; suhu pemasaran Indonesia, bapak Tung Desem Waringin. Namun seperti sebuah pepatah Cina, <em>di balik keberuntungan kadang tersimpan kesialan</em>, ternyata pada hari H, 4 Juli 2008, saya ada keperluan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan. Daripada mubazir, akhirnya saya memberikan tiket seminar itu kepada sahabat saya, Medhy Aginta, yang kebetulan pula adalah salah satu fans dari TDW, sekaligus memintanya untuk memberikan liputan acara yang sudah pasti bakal heboh tersebut.</p>
<p><span id="more-15"></span>Berikut ini liputan acara seminar &#8220;Marketing Revolution&#8221;</p>
<div style="margin: 1ex;">
<div>
<blockquote>
<p align="center"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"><strong>Seminar  “Marketing Revolution” Tung Desem Waringin</strong></span></p>
<p align="center"><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"><strong>4 Juli 2008,  Gramedia Expo, Surabaya</strong></span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Seminar “<em>Marketing Revolution</em>”  ini sebenarnya merupakan bagian dari <em>road show</em> seminar untuk  mempromosikan buku karya Tung Desem Waringin dengan judul yang sama.  Selain di Surabaya (kebetulan merupakan kota pertama seri <em>road show</em> seminar ini), seminar ini juga diadakan di sejumlah kota besar di Indonesia  seperti Bandung, Yogyakarta, Malang, Semarang, Medan, Pontianak dan  Makassar. Yang menarik, seminar ini malah tidak diadakan di Jakarta.  Barangkali karena Jakarta dianggap sudah terlalu jenuh dengan ide-ide  pemasaran semacam ini atau bisa juga ini adalah salah satu strategi  “revolusi marketing” ala Tung Desem Waringin.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Seminar yang diadakan di Gramedia  Expo ini diikuti oleh sekitar 600 orang. Harga tiket yang cukup mahal  dan ruang yang terbatas (sampai ada yang terpaksa berdiri) ternyata  tidak menciutkan semangat para peminat ilmu pemasaran untuk menghadiri  seminar ini. Satu jam sebelum acara dimulai, lobi ruang seminar bahkan  sudah dipenuhi peserta yang membludak.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Dimulai tepat pukul 14.00 WIB,  acara seminar langsung diisi oleh Pak Tung. Dengan gayanya yang khas,  dan dengan bantuan <em>slide projector</em>, Pak Tung memaparkan ide-ide  dasar “<em>marketing revolution</em>” seperti yang ditulis di dalam  bukunya selama kurang lebih 3 jam. Sayangnya, cara pemaparan Pak Tung  cenderung meloncat-loncat dan kurang sistematis. Agak sulit menemukan  satu benang merah ide dari pemaparan Pak Tung mengenai apa sebenarnya  “<em>marketing revolution</em>”. Beberapa idenya malah bersilang sengkarut  dengan ide-ide yang ia tulis dalam buku <em>Financial Revolution</em>.  Gaya motivator dan pembicara ulung yang selama ini memang melekat pada  diri Pak Tung nampaknya juga masih sulit dilepaskan ketika ia harus  menyampaikan materi secara sistematis seperti dalam versi bukunya. Tepat  pukul 17.00 WIB, acara seminar diakhiri dengan praktek menjual ala “<em>marketing  revolution</em>” yang sekaligus menjadi penutup seminar ini.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Berikut adalah beberapa poin  menarik yang bisa dicatat dari pemaparan Pak Tung Desem Waringin mengenai  “marketing revolution.”</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">1. Apa Itu Marketing Revolution?</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Dalam bahasa Pak Tung sendiri,  marketing revolution adalah segala upaya yang dilakukan untuk mendapatkan  keuntungan secara cepat dan dalam jumlah besar. Dalam marketing revolution,  komponen utamanya adalah menciptakan publisitas yang luar biasa. Publisitas  yang berhasil harus mencakup 5 unsur yaitu: simple, konkret, shocking,  emosional dan mengandung cerita. Ketika melakukan publisitas, kita juga  harus sekaligus menciptakan penawaran yang luar biasa menarik dan bisa  dipercaya sehingga konsumen tertarik membeli. Jangan hanya mengingatkan  tentang merek atau produk kita (dengan iklan), namun tidak menawarkan  produk kita secara langsung. Menurut Pak Tung, ketika seseorang tertarik  membeli sebuah produk, ia akan mempertimbangkan 3 hal: income yang ia  miliki, perbandingan dengan produk sejenis dan benefit yang ia dapatkan  dari produk yang akan ia beli. Karenanya, dalam marketing revolution,  ketiga hal inipun harus diperhatikan.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">2. Apa Yang Harus Anda Lakukan  Untuk Mendapatkan Apapun Yang Anda Inginkan?</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Pak Tung mengatakan bahwa satu-satunya  cara untuk mendapatkan apapun yang Anda inginkan adalah dengan memenuhi  kebutuhan orang lain terlebih dahulu. Ketika kebutuhan seseorang terpenuhi  dan ia merasa sangat puas, maka ia akan mau memberikan apapun yang ia  miliki. Dalam konteks marketing revolution, ia akan memberikan benefit  dalam jangka panjang. </span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">3. Bagaimana Cara Mengundang  ala Pablo Picasso?</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Trik ini bisa digunakan jika  kita ingin mengundang banyak orang untuk menghadiri acara yang kita  adakan, semisal seminar atau product launching atau event-event yang  lain. Caranya? Pertama, pastikan kita mengundang beberapa orang terkenal  dari berbagai latar belakang untuk menghadiri acara kita. Kedua, pastikan  kita mengundang wartawan untuk meliput acara yang akan dihadiri oleh  beberapa public figure tersebut. Ketiga, dalam undangan yang kita sebarkan,  pastikan tertulis semua nama undangan yang kita undang, termasuk nama-nama  public figure yang kita undang. </span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Dengan cara ini peluang orang  untuk datang di acara yang kita adakan akan jauh lebih besar karena  orang bisa membaca siapa saja yang akan hadir dalam acara kita. Semakin  terkenal tokoh-tokoh yang kita undang, semakin banyak orang yang akan  hadir. </span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">4. Bagaimana Membuat Pembeli  Mendatangi Anda?</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Kuncinya adalah dengan mengumpulkan  terlebih dahulu para calon pembeli yang benar-benar tertarik membeli  produk kita dan setelah target pembeli terkumpul barulah kita melakukan  penjualan dengan penawaran harga yang kompetitif (tidak berarti murah),  waktu yang terbatas dan manfaat yang maksimal.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">5. Bagaimana Menjadi Luar Biasa  Berbeda?</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Menjadi berbeda saja kini tidaklah  cukup. Setiap orang tahu bahwa menjadi berbeda adalah salah satu strategi  untuk memenangkan persaingan. Namun di tengah persaingan yang semakin  ketat, kunci untuk memenangkan persaingan adalah menjadi luar biasa  berbeda. </span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Bagaimana caranya?</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Apa yang dilakukan Pak Tung  ketika mempromosikan kedua bukunya, Financial Revolution dan Marketing  Revolution, adalah contoh gamblang bagaimana menjadi luar biasa berbeda  dalam dunia marketing. Ketika meluncurkan buku Financial Revolution,  Pak Tung mempromosikannya dengan cara unik yaitu dengan menunggang kuda  dan berpakaian ala Panglima Besar Jenderal Sudirman sambil membawa buku  Financial Revolution di sepanjang jalan Jenderal Sudirman Jakarta pada  jam 12 siang. Atraksi ‘gila’ ini tentu saja menarik perhatian banyak  orang dan mendapat liputan besar dari media massa baik cetak maupun  elektronik. “Wow effect” yang dihasilkan dari atraksi ini adalah  awal dari strategi ‘buzz marketing’ buku Financial Revolution, yaitu  membuat banyak orang membicarakan tentang Pak Tung dan cara peluncuran  bukunya yang ‘gila’. Akibat turunannya, banyak orang ingin tahu  tentang buku Financial Revolution dan kemudian membelinya.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Contoh berikutnya adalah ketika  Pak Tung meluncurkan buku Marketing Revolution. Kali ini cara promosi  yang dilakukan Pak Tung lebih ‘gila’ lagi, yaitu dengan menyebarkan  uang sebanyak 100 juta rupiah dari atas pesawat di daerah Serang, Banten.  Momen ini tentu saja mendapat perhatian banyak orang dan juga liputan  media massa, baik cetak maupun elektronik, dari dalam maupun luar negeri.  Tidak kurang media internasional sekelas CNN dan Washington Post memberitakan  atraksi hujan uang yang dilakukan Pak Tung. Sama dengan aksi menunggang  kuda di Jalan Jenderal Sudirman, aksi ini pun menjadi ‘buzz’ bagi  buku Marketing Revolution. Hasil akhirnya, banyak orang penasaran dengan  isi buku Marketing Revolution dan ingin membeli buku tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Di akhir acara seminar, Pak  Tung mendemonstrasikan secara live apa yang telah ia paparkan mengenai  bagaimana membuat pembeli berbondong-bondong mendatangi Anda. </span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Caranya?</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Pertama, Pak Tung menyampaikan  bahwa ia akan memberikan penawaran istimewa kepada 10 pembeli pertama  paket CD dan seminar Financial Revolution.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Kedua, Pak Tung menguraikan  dengan detail produk-produk CD yang ia bawa dalam jumlah terbatas, beserta  deskripsi isinya dan harganya. Ia juga menjelaskan tentang seminar Financial  Revolution beserta biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk mengikutinya.  Total harga CD dan seminar Financial Revolution adalah 12 juta rupiah.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Ketiga, Pak Tung menampilkan  3 video kesaksian para pembeli CD dan peserta seminar Financial Revolution  yang telah mengalami perubahan hidup secara dramatis. Orang pertama  adalah seorang mantan tukang sapu sebuah mall di Jakarta yang setelah  mendengarkan CD karya Pak Tung telah mengalami perubahan hidup dan memiliki  mobil Jaguar hanya dalam waktu 3 tahun. Orang kedua adalah seorang PNS  di Bandung yang setelah mendengarkan CD dan mengikuti seminar Pak Tung  kini memiliki perusahaan sendiri dengan omzet 8 miliar rupiah. Orang  ketiga adalah seorang karyawan swasta di Jakarta yang setelah mewajibkan  anak-anaknya untuk mendengarkan CD karya Pak Tung, berhasil mewujudkan  impian anak-anaknya untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang. </span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Keempat, setelah menampilkan  video kesaksian dengan visualisasi dan emosi yang sangat kuat tersebut,  Pak Tung memberikan penawaran terbatas kepada 10 orang pembeli paket  CD dan seminar Financial Revolution hanya dengan harga 1, 3 juta rupiah  saja.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Kelima, dengan harga yang sangat  jauh dibawah harga normal satuan per CD dan seminar Financial Revolution  tersebut, para peserta seminar sangat antusias dan berlarian ke depan  untuk mendapatkan penawaran terbatas untuk 10 orang pembeli pertama  tersebut. Hanya dalam waktu 10 menit, kuota 10 orang sudah terpenuhi. </span><br />
<span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Nilai penting marketing revolution  yang disampaikan Pak Tung barangkali lebih kepada keberanian kita untuk  melakukan sesuatu yang luar biasa, berbeda dan unik demi memenangkan  persaingan di tengah pasar yang semakin seragam dan penuh sesak.</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Surabaya, 9 Juli 2008</span></p>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Medhy Aginta Hidayat</span></p></blockquote>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/seminar-marketing-revolution-di-gramedia-expo-surabaya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kedai Oranje</title>
		<link>http://surabayalife.com/kedai-oranje.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/kedai-oranje.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 04:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Resto]]></category>

		<category><![CDATA[kedai oranje]]></category>

		<category><![CDATA[rungkut]]></category>

		<category><![CDATA[wifi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Waktu pertama kali melihat Kedai Oranje, saya mengira konsep yang diusung adalah kafe atau kedai tempat bersantai. Namun pada saat masuk ke dalam, ternyata nama bisa menipu. Kedai Oranje justru lebih mirip dengan sebuah resto dibandingkan kafe. Hanya saja, dengan lokasinya yang terletak di daerah industri Surabaya, pengunjung yang ditarget adalah para pekerja atau pebisnis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu pertama kali melihat Kedai Oranje, saya mengira konsep yang diusung adalah kafe atau kedai tempat bersantai. Namun pada saat masuk ke dalam, ternyata nama bisa menipu. Kedai Oranje justru lebih mirip dengan sebuah resto dibandingkan kafe. Hanya saja, dengan lokasinya yang terletak di daerah industri Surabaya, pengunjung yang ditarget adalah para pekerja atau pebisnis yang sedang beristirahat siang. Terbukti dengan selalu ramainya resto ini di siang hari.</p>
<p><span id="more-13"></span>Menu yang disajikan beragam, dari masakan Indonesia hingga Chinese food. Terdapat pula beragam es bagi yang sekedar ingin melepas penat.</p>
<p>Karena baru pertama kali menjejakkan kaki di Kedai Oranje, maka saya memilih untuk memesan menu favorit saya, Nasi Campur dan Es Teh. Saya sudah lupa apa yang dipesan oleh <a href="http://christinafdl.com/">Adhe</a> (review ini ditulis 2 bulan setelah sidak lokasi), biar nanti dia sendiri saja yang cerita, hehehe.</p>
<p>Untuk ukuran menu kelas standar yang saya pesan, ternyata penyajiannya LUAMAA banget. Kita menunggu hampir 20 menit hanya untuk sepiring nasi campur. Itu pun setelah datang dan dianalisa, sebenarnya tidak ada yang spesial dari porsinya. Rasanya juga biasa saja, seperti layaknya nasi campur pada umumnya.</p>
<p><img style="border: 1px solid black;" src="http://imagecows.net/out.php/i2768_10042008285.jpg" alt="Nasi Campur Kedai Oranje" /></p>
<p>Yang sedikit menghibur, Kedai Oranje menyediakan akses WiFI gratis bagi pengunjung. Jadi selagi menunggu hadirnya pesanan kita (yang LUAMAA itu), kita bisa mengecek email maupun blogwalking.</p>
<p>Eh satu lagi, tempatnya sebenarnya cukup nyaman kok. Interiornya dirancang seperti rumah kayu, jadi cukup sejuk dipandang. Meskipun tidak <em>recommended</em> bagi yang sudah lapar, tapi bagi yang mencari tempat istirahat santai saat jam istirahat makan siang, boleh lah Kedai Oranje dikunjungi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/kedai-oranje.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penjual AC Yang Ngambek&#8230;</title>
		<link>http://surabayalife.com/penjual-ac-yang-ngambek.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/penjual-ac-yang-ngambek.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 13:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Entah apa ini hanya terjadi di Surabaya ato gak, tapi yang jelas ini baru pertama kali saya alami. Ceritanya begini. Berhubung sedang cari-cari AC buat kantor, beberapa penjual AC second kami kunjungi. Salah satunya di daerah Pandugo. Sebenarnya saya cukup tertarik dengan barang yang ditawarkan. Hanya sajaaaaaa&#8230;. orangnya terlalu agresif dan maksa untuk terjadi transaksi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah apa ini hanya terjadi di Surabaya ato gak, tapi yang jelas ini baru pertama kali saya alami. Ceritanya begini. Berhubung sedang cari-cari AC buat <a href="http://cosaaranda.net">kantor</a>, beberapa penjual AC second kami kunjungi. Salah satunya di daerah Pandugo. Sebenarnya saya cukup tertarik dengan barang yang ditawarkan. Hanya sajaaaaaa&#8230;. orangnya terlalu agresif dan maksa untuk terjadi transaksi. Males banget kan? Apalagi masih ada beberapa toko lagi yang ingin kita kunjungi sebelum mengambil keputusan.</p>
<p><span id="more-12"></span>Akhirnya kita mengambil jurus berdalih mulut seribu, hehehe. Tawar dengan harga yang lumayan rendah (sekitar 250rb di bawah harga yang ditawarkan), dan karena gak dikasih (emang sepertinya sih gak mungkin, hehehe), alasan minta no rekening dan waktu untuk berpikir. Entar kalau jadi dikontak lagi.</p>
<p>Sukses deh kabur <img src='http://surabayalife.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah tapi, sekitar 2 jam kemudian, ternyata orangnya ngambek! Dia kirim SMS ke HP saya. Bunyinya kira-kira begini:</p>
<blockquote><p>Kepada bapak dan ibu. Apakah jadi beli AC-nya? <strong>Yang sportif. </strong>Kalau gak jadi juga gpp, tapi kasih kabar dong.</p></blockquote>
<p>Gak hanya maen bulutangkis, ternyata beli AC juga harus sportif!</p>
<p>Well, dari kecil sampe besar di Surabaya, dari beli monitor second sampe HP second, baru kali ini ada penjual yang ngambek gara-gara saya gak jadi beli di sana, huehuehue. Sabar dong pak, jangan marah, salah sendiri ngejualnya maksa. Males banget ah <img src='http://surabayalife.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/penjual-ac-yang-ngambek.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Promo In The Name of Love, Ada Vino G Bastian di Surabaya</title>
		<link>http://surabayalife.com/promo-in-the-name-of-love-ada-vino-g-bastian-di-surabaya.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/promo-in-the-name-of-love-ada-vino-g-bastian-di-surabaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 14:16:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<category><![CDATA[in the name of love]]></category>

		<category><![CDATA[mccafe]]></category>

		<category><![CDATA[mcdonalds]]></category>

		<category><![CDATA[plasa surabaya]]></category>

		<category><![CDATA[vino g bastian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Suer, saya bukan fans Vino G Bastian. Tapi siang ini saya seperti dihantui olehnya.
Bermula di siang hari, lewat jalan Dharmahusada, dan kena macet di depan Bank Niaga - Nasi Udang Bu Rudy. Setelah berhasil lewat, ternyata area rumah makan Bu Rudy dipenuhi oleh para bodyguard berotot kekar dan berambut cepak. Sempat bingung, namun akhirnya mendapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suer, saya bukan fans Vino G Bastian. Tapi siang ini saya seperti dihantui olehnya.</p>
<p>Bermula di siang hari, lewat jalan Dharmahusada, dan kena macet di depan Bank Niaga - Nasi Udang Bu Rudy. Setelah berhasil lewat, ternyata area rumah makan Bu Rudy dipenuhi oleh para bodyguard berotot kekar dan berambut cepak. Sempat bingung, namun akhirnya mendapat clue setelah melihat ada beberapa poster &#8220;<a href="http://www.inthenameoflovemovie.com/indexmain.htm">In The Name of Love</a>&#8221; terpampang di salah mobil yang diparkir.</p>
<p><span id="more-11"></span>Bayangan saya, setidaknya ada Vino dan Acha (dua pemeran utama film tersebut) yang sedang mencicipi nikmatnya nasi udang Bu Rudy yang terkenal itu.</p>
<p>Ngomong-ngomong, saya yang orang Surabaya malah belum pernah tuh makan nasi udang-nya, hehehe.</p>
<p>Kembali ke cerita, perjalanan saya lanjutkan ke Plasa Surabaya untuk makan siang. Baru 5 menit duduk di <em>food court</em>, hp berbunyi. Ada SMS dari orang yang ingin <a href="http://cosaarandachanger.com">beli Paypal</a>. <em>Big problem</em>. Bukan karena merasa terganggu waktu makan siangnya, tapi karena di Plasa Surabaya tidak ada area ber-wifi (hari gini?).</p>
<p>Akhirnya, tanpa pakai tebar pesona, langsung cabut dari food court begitu makanan habis tersantap. Niat awal, mampir ke <a href="http://surabayalife.com/java-net-cafe.html">Java Net Cafe</a> (karena lebih dekat daripada harus pulang ke rumah) untuk sekedar kirim Paypal. Namun di eskalator tiba-tiba teringat, McCafe-nya McD kan ada WiFI-nya. Ya sudah deh, pindah haluan ke McCafe.</p>
<p>Pesen minum (hot cappuccino), duduk manis di sofa, buka laptop, konek ke WiFI. <em>Connected</em>. Langsung buka browser, meluncur ke Paypal, eh lah, tiba-tiba keluar form untuk login. Tanya ke mbak karyawan McCafe, ternyata &#8220;wifi-nya mati karena ada gangguan dari Indosat&#8221;.</p>
<p>Halah. Mana pesennya minuman panas, gak bisa langsung dihabisin. Masa&#8217; minta dibungkus pake plastik, hehehe.</p>
<p>Akhirnya terpaksa deh, kita berdua bengong-bengong santai di McCafe sambil toleh ke kiri dan kanan <span style="text-decoration: line-through;">ku lihat saja banyak pohon cemara</span>.</p>
<p>Tanpa diduga, dari lantai 2, rombongan bodyguard tadi hadir kembali. Kali ini kumplit, dengan si Vino di tengah mereka. Sempat ngerasa aneh, ngeliat Vino yang putih dan gak begitu tinggi, dikelilingi oleh pria-pria tinggi besar berotot dan berkulit gelap, hehehe.</p>
<p>Untung, sepulang dari Plasa Surabaya, tidak ada event persuaan dengan Vino lagi yang harus saya lalui.</p>
<p>Emang kenapa? Ya gak apa-apa, cuman males aja kali, mendingan juga kan ketemua ama Acha-nya, hehehe.</p>
<p>Ngomong-ngomong, kalau gak tahu yang namanya Vino G Bastian, nih gambarnya (nyolong dari KapanLagi.Com).</p>
<p><img src="http://imagecows.net/out.php/i1598_vinobastian.jpg" alt="Vino G Bastian" width="450" height="670" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/promo-in-the-name-of-love-ada-vino-g-bastian-di-surabaya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cafe Bronto&#8217;s</title>
		<link>http://surabayalife.com/cafe-brontos.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/cafe-brontos.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 17:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kafe]]></category>

		<category><![CDATA[cafe bronto's]]></category>

		<category><![CDATA[cito]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya saya kualat. Gara-gara bilang kalau tidak bakal balik lagi ke CITO dalam waktu dekat, dalam waktu kurang dari satu minggu terakhir justru saya 2x bolak-balik ke sana. Bukan karena &#8216;pemandangan&#8217; di mall tersebut sudah berubah, melainkan karena mebel untuk keperluan kantor yang dicari hanya ada di Hypermart CITO (pelayanan supervisor-nya top abis &#8212; entah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya saya kualat. Gara-gara bilang kalau tidak bakal balik lagi ke <a href="http://surabayalife.com/cito-city-of-tomorrow-surabaya.html">CITO</a> dalam waktu dekat, dalam waktu kurang dari satu minggu terakhir justru saya 2x bolak-balik ke sana. Bukan karena &#8216;pemandangan&#8217; di mall tersebut sudah berubah, melainkan karena mebel untuk keperluan kantor yang dicari hanya ada di Hypermart CITO (pelayanan supervisor-nya top abis &#8212; entah aslinya seperti itu atau karena tahu saya mau ngeborong, hehehe).</p>
<p><span id="more-10"></span>Sisi plusnya, saya jadi punya kesempatan untuk menjajal atmosfer di <strong>Cafe Bronto&#8217;s</strong> yang terletak satu lantai di bawah <a href="http://surabayalife.com/pipi-coffee-lounge.html">Pipi Coffee Lounge</a>.</p>
<p>Di-&#8217;sponsori&#8217; oleh kopi Brontoseno, kafe ini ternyata cukup nyaman sebagai tempat refreshing. Sofanya besar, pas buat dipake tidur-tiduran. Asiknya lagi, di dua LCD TV yang tersedia, diputarkan film-film DVD terbaru secara kontinu (saya disuguhi film <a href="http://www.imdb.com/title/tt0200465/">The Bank Job</a> dan salah satu seri National Lampoon &#8212; yang banyak adegan buka-bukaannya, hehehe) .</p>
<p>Sayangnya, tidak ada sinyal WiFI gratis di sini. Jadi murni, kunjungan ke Cafe Bronto&#8217;s hanya untuk urusan bisnis dan nyantai. Dan sekali lagi, suer deh, sofanya enak banget!</p>
<p>Untuk urusan perut, saya mencoba menu Melon Coffee (lupa nama lengkapnya) dan Banana Blanket, sedang Adhe memesan menu kebangsaannya, Hot Tea. Banana Blanket-nya lumayan enak, tapi Melon Coffee ternyata cuma es kopi yang ditambah dengan es krim rasa melon. Yang parah sih hot tea-nya . Udah <span style="text-decoration: line-through;">ujan, gak ada ojek, beycek,</span> harganya mahal, cangkirnya kecil, gak jelas pula ada <em>refill</em>-nya atau tidak. Untung gak ikutan pesen, hehehe. Sepertinya di Bronto&#8217;s emang kudu pesen kopi aja, karena variasi menu kopinya sendiri patut diacungi jempol. Banyak banget, <em>euy</em>!</p>
<p>Bakal ke sana lagi? Entah deh. Memang masih ada jatah satu kali kunjungan lagi ke CITO, menyelesaikan urusan mebel di Hypermart. Tapi sepertinya jatah itu bakal dipake buat sidak ke cafe lain di sana. Tunggu aja report-nya <img src='http://surabayalife.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/cafe-brontos.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tabrak Kabur</title>
		<link>http://surabayalife.com/tabrak-kabur.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/tabrak-kabur.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 01:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>

		<category><![CDATA[sepeda motor]]></category>

		<category><![CDATA[tabrak lari]]></category>

		<category><![CDATA[truk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kaget. Kemarin sore, saat sedang putar balik, tiba-tiba ada truk nyelonong untuk berputar balik dengan mengambil jalur sebelah yang notabene diperuntukkan untuk kendaraan dari arus yang berlawanan. Lebih kaget lagi, tindakan slonong-men-slonong si truk ini diikuti dengan sebuah bunyi yang cukup keras. Brakkk!
Ternyata, karena memutar dengan tiba-tiba (dan pada jalur yang tidak diperbolehkan), badan bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kaget. Kemarin sore, saat sedang putar balik, tiba-tiba ada truk nyelonong untuk berputar balik dengan mengambil jalur sebelah yang notabene diperuntukkan untuk kendaraan dari arus yang berlawanan. Lebih kaget lagi, tindakan slonong-men-slonong si truk ini diikuti dengan sebuah bunyi yang cukup keras. Brakkk!</p>
<p><span id="more-9"></span>Ternyata, karena memutar dengan tiba-tiba (dan pada jalur yang tidak diperbolehkan), badan bagian belakang si truk ini menghantam sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh seorang remaja. Sepertinya SMA.</p>
<p>Untungnya ia tidak apa-apa.</p>
<p>Kecuali tasnya yang terpental. Dan lampu sepeda motornya yang pecah berantakan.</p>
<p>Dari balik kaca mobil, saya melihat si kernet truk meminta rekannya untuk menepi. Setidaknya sedikit bertanggung jawab. Sayang, si sopir truk lebih memilih untuk ber-akting &#8212; pura-pura jalan pelan dan mengambil jalur kiri, untuk kemudian kabur melarikan diri.</p>
<p>Korban memang sepertinya lebih pusing memikirkan nasib lampu sepeda motornya ketimbang mengejar truk yang menjadi sumber masalah. Pemakai jalan lain (dan warga sekitar yang kebetulan ada di lokasi) juga mungkin lebih memikirkan untuk menolong si pengendara motor ketimbang meminta pengemudi truk menepi.</p>
<p>Namun <strong>apakah tanggungjawab hanya perlu diberikan apabila ada yang meminta?</strong></p>
<p>Semoga ini hanya lah potret seorang pengemudi truk yang kebetulan melewati kota Surabaya, bukan potret dari pengguna jalan di Surabaya ini sendiri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/tabrak-kabur.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Java Net Cafe</title>
		<link>http://surabayalife.com/java-net-cafe.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/java-net-cafe.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 10:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kafe]]></category>

		<category><![CDATA[Warnet]]></category>

		<category><![CDATA[java net cafe]]></category>

		<category><![CDATA[wifi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Inilah salah satu tempat favorit saya saat ini untuk &#8220;bekerja&#8221;. Java Net Cafe, yang terletak di Jl. Arif Rahman Hakim (sebelah Universitas Narotama), adalah satu dari sedikit kafe di Surabaya yang menawarkan kombinasi antara tempat yang nyaman + akses internet cepat + harga murah. Gak percaya? Coba aja dikalkulasi sendiri&#8230; dengan hanya membayar Rp 100.000,- [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah salah satu tempat favorit saya saat ini untuk &#8220;bekerja&#8221;. <strong>Java Net Cafe</strong>, yang terletak di Jl. Arif Rahman Hakim (sebelah Universitas Narotama), adalah satu dari sedikit kafe di Surabaya yang menawarkan kombinasi antara tempat yang nyaman + akses internet cepat + harga murah. Gak percaya? Coba aja dikalkulasi sendiri&#8230; dengan hanya membayar Rp 100.000,- maka kita udah bisa ngenet sepuasnya setiap hari selama satu tahun plus bonus <em>ice tea</em> / <em>hot tea</em> di setiap kunjungan! Mantap kan?</p>
<p><span id="more-8"></span>Java Net Cafe sendiri, berlokasi di dua buah ruko yang digabung menjadi satu, sebenarnya memiliki 3 jenis usaha. Selain kafe (di lantai dasar), juga ada warnet / multiplayer game di lantai dua dan studio band di lantai 3.</p>
<p>Perkenalan saya dengan tempat ini sebenarnya cukup berkesan karena pertama kali saya menginjakkan kaki ke sana adalah untuk diprospek MLM oleh seorang teman, hehehe. Untung waktu itu iman saya cukup kuat <img src='http://surabayalife.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kembali ke kafe, di sini terdapat LCD TV layar lebar (40-inch lebih rasanya) yang terhubung ke layanan TV kabel. Jadi, apabila bosan updet, saya bisa refreshing sambil nonton film atau pertandingan bola. Sayangnya, untuk makanannya, meski bervariasi, agak kurang cocok dengan selera saya. Agak kurang cocok dengan kantong juga sih, hehehe.</p>
<p>Tapi sekali lagi, kalau yang dicari adalah tempat yang nyaman untuk internet-an, mampir gih ke Java Net Cafe. Dijamin gak rugi kok <img src='http://surabayalife.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/java-net-cafe.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pipi  Coffee Lounge</title>
		<link>http://surabayalife.com/pipi-coffee-lounge.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/pipi-coffee-lounge.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 13:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kafe]]></category>

		<category><![CDATA[coffee]]></category>

		<category><![CDATA[lounge]]></category>

		<category><![CDATA[pipi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Internetan gratis sambil minum kopi&#8221;
Begitulah teks iklan yang saya baca di sebuah harian ternama Surabaya. Iklan itu mempromosikan sebuah kafe bernama Pipi Coffee Lounge yang terletak di lantai UB Mall CITO Surabaya. Berhubung belum pernah ke CITO, maka kebetulan deh, bisa investigasi dua tempat sekaligus. Siapa tahu dapet alternatif tempat hangout yang baru.
Bagi yang mendambakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Internetan gratis sambil minum kopi&#8221;</p></blockquote>
<p>Begitulah teks iklan yang saya baca di sebuah harian ternama Surabaya. Iklan itu mempromosikan sebuah kafe bernama <strong>Pipi Coffee Lounge</strong> yang terletak di lantai UB <a href="http://surabayalife.com/cito-city-of-tomorrow-surabaya.html">Mall CITO Surabaya</a>. Berhubung belum pernah ke CITO, maka kebetulan deh, bisa investigasi dua tempat sekaligus. Siapa tahu dapet alternatif tempat <em>hangout</em> yang baru.</p>
<p><span id="more-7"></span>Bagi yang mendambakan sebuah kafe yang nyaman, tenang,  dan terhubung dengan dunia maya, mereka akan mendapatkannya di Pipi. Tapi faktor utamanya lebih karena memang tempat ini belum banyak dikunjungi orang.</p>
<p>Karena saat itu satu-satunya yang menggunakan jalur internet adalah saya (yah lebih tepatnya saya satu-satunya pengunjung di sana), maka koneksi yang saya nikmati cukup cepat. Sayangnya, colokan listrik hanya tersedia di pilar tengah, sehingga saya yang terlanjur mengambil lokasi di pinggir jendela (supaya bisa liat-liat jalan tol) terpaksa hanya bisa <em>surfing</em> sambil menunggu baterei laptop habis.</p>
<p>Yang mengejutkan, harga makanan dan minuman yang dipatok ternyata cukup terjangkau. Nyaris sama dengan warung-kafe malam hari yang ada di pinggir jalan. Efeknya, porsi yang disajikan agak mini dan tidak mampu untuk mengenyangkan perut.</p>
<p>Tapi Buffalo Chicken Wing-nya lumayan enak kok.</p>
<p><em>Recommended</em>? Hmmm, <em>maybe yes</em>, <em>maybe no</em>. Boleh jadi alternatif apabila kepepet butuh akses internet cepat, namun masih mikir-mikir juga karena posisinya yang terletak di CITO, yang kurang menarik untuk didatangi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/pipi-coffee-lounge.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>CITO (City of Tomorrow) Surabaya</title>
		<link>http://surabayalife.com/cito-city-of-tomorrow-surabaya.html</link>
		<comments>http://surabayalife.com/cito-city-of-tomorrow-surabaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 03:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mall]]></category>

		<category><![CDATA[cito]]></category>

		<category><![CDATA[city of tomorrow]]></category>

		<category><![CDATA[universitas pelita harapan]]></category>

		<category><![CDATA[uph]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surabayalife.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Walau sudah setengah tahun lebih beroperasi, baru kemarin saya menyempatkan diri jalan-jalan ke Mall CITO-nya Surabaya yang terletak di dekat bundaran Waru. Itu pun karena tergoda oleh iklan sebuah kafe di sana (review menyusul) yang menawarkan ngenet gratis via WiFI, hehehe. Maklum, saya kan termasuk golongan Para Pencari Bandwidth  
Berhubung ini pengalaman pertama JJS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau sudah setengah tahun lebih beroperasi, baru kemarin saya menyempatkan diri jalan-jalan ke <strong>Mall CITO</strong>-nya Surabaya yang terletak di dekat bundaran Waru. Itu pun karena tergoda oleh iklan sebuah kafe di sana (review menyusul) yang menawarkan ngenet gratis via WiFI, hehehe. Maklum, saya kan termasuk golongan <span style="text-decoration: underline;">Para Pencari Bandwidth</span> <img src='http://surabayalife.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-4"></span>Berhubung ini pengalaman pertama <acronym title="Jalan-Jalan Siang">JJS</acronym> ke CITO, momen perdana yang terlalui adalah susahnya mencari celah untuk menuju pintu masuk area parkir CITO karena padatnya arus lalu lintas di sekitar bundaran Waru. Setelah sempat beradu cepat dengan sebuah truk XL (maksudnya, <em>extra large</em>), akhirnya misi perdana sukses terselesaikan, hehehe.</p>
<p>Langkah kaki ke dalam area mall disambut dengan sejuknya udara AC yang terasa pas <span style="text-decoration: line-through;">susunya</span> dinginnya. Disusul dengan rangkaian stan milik UPH (dan para sponsor) yang ternyata sedang menyelenggarakan sebuah acara (lupa namanya). FYI, Universitas Pelita Harapan memang menempati salah satu <em>tower</em> di area CITO. Beruntunglah kalian wahai mahasiswa-mahasiswi UPH&#8230;</p>
<p>Sampai di area tengah mall, akhirnya terjawab sudah misteri mengapa hingga sekarang mall CITO sama sekali tidak populer di Surabaya.</p>
<p>Selain luas lokasi keseluruhan yang relatif kecil dan interior yang biasa-biasa, ruangan tenant juga dimodel kecil-kecil sehingga lebih terkesan sebagai pasar grosir. Terus terang harapan saya akan CITO Surabaya adalah sebuah mall berkelas setingkat PTC maupun Galaxy Mall, namun faktanya, mall ini hanyalah satu level dengan Darmo Trade Center (DTC) Wonokromo dan Royal Plaza.</p>
<p>Dan untungnya lagi kondisinya masih sepi. Coba kalau ramai pengunjung dan tenant, pasti sudah mirip dengan Pusat Grosir di Pasar Turi&#8230;</p>
<p><em>Anyway</em>, satu-satunya tenant besar yang sudah beroperasi hanyalah Hypermart yang terletak di lantai dasar atau <em>basement</em>. Matahari kabarnya juga akan membuka gerai di sana, namun entah kapan. Di luar itu, sisanya adalah tenant-tenant yang tidak begitu ternama. Itu pun hanya sekitar 30% yang buka.</p>
<p>Bioskop? Silahkan coret. Toko buku? Hapus juga dari daftar. Toko hardware? Apalagi.</p>
<p>Entah kenapa, saya juga merasa tidak nyaman dengan toiletnya. Mungkin karena terlalu kecil untuk ukuran toilet mall. Interiornya juga tidak menarik, jauh bila dibandingkan area toilet <acronym title="Surabaya Town Square">SUTOS</acronym>, Paris Van Java-nya Surabaya.</p>
<p>Satu lagi yang agak mengganggu&#8230; kenapa kok banyak sekali petugas kebersihan yang mengepel lantai yah??? Mau jalan ke sana kemari jadi susah&#8230;</p>
<p>Pada akhirnya, hasil kunjungan saya ke CITO membuahkan satu kesimpulan. Untuk saat ini, <span style="text-decoration: underline;">mall CITO Surabaya belum layak untuk dikunjungi</span>. Yang jelas saya baru akan kembali lagi apabila ada tempat di sana yang benar-benar asik untuk nangkri. Dan melihat kondisinya sekarang, sepertinya agak lama baru kaki saya berpijak lagi di sana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surabayalife.com/cito-city-of-tomorrow-surabaya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
